Karena Terkesima Dengan Dirinya

Sekarang kita akan beranjak ke kehidupan awal Tim Howard. Penjaga gawang yang memiliki tinggi badan seratus sembilan puluh satu sentimeter ini lahir di Brunswick Utara, New Jersey, Amerika Serikat dari ayah yang bernama Matthew Howard, seorang lelaki berketurunan Afrika dan ibunya bernama Esther Fekete, seorang wanita berketurunan asli dari Hungaria. Jika kita melihat ke wajah Tim Howard sendiri sekarang ini, nampaknya ia terlihat lebih mirip orang kulit putih daripada kulit hitam walaupun tidak bisa dipungkiri ia memiliki fitur berita bola keturunan Afrika dari ayahnya saingannya kini hanya neymar.

Ayah Tim Howard yang bernama Matthew sendiri merupakan seorang supir truk berita bola indonesia jarak jauh dan Matthew dikabarkan telah keluar dari keluarganya sebelum penjaga gawang yang sekarang membela Colorado Rapids di Major League Soccer Amerika Serikat ini memiliki ingatan apapun. Kedua orangtuanya sendiri bercerai ketika Tim Howard baru berusia tiga tahun dan dari situ, ia hidup bersama ibunya yang bekerja sebagai distributor penutup kemasan. Hidup seperti ini tidaklah mudah dimana orangtua tidak lengkap karena seorang anak akan mengalami kelainan dibandingkan bocah lainnya.


Selanjutnya, Tim Howard sendiri telah didiagnosa oleh dokter berita sepak bola indonesia bahwa ia mengidap penyakit sindrom tourette ketika ia masih duduk dibangku sekolah dasar kelas enam lalu. Penyakit yang satu ini tidak bisa dipandang sebelah mata lantaran bisa berakibat sangat fatal layaknya epilepsi. Disini, syaraf motorik seseorang mengalami kelainan dan walaupun bisa ditekan selama sementara, namun dalam jangka panjang hal itu tidaklah baik. Gejala umum diantaranya mata yang mengedip, batuk - batuk, dan juga beberapa gerakan urat syaraf di wajah lainnya dengan sisa dua pertandingan.

Berikutnya di tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh satu sebelum Tim Howard menginjak usia remaja, Tim Mulqueen yang merupakan asisten pelatih tim nasional Amerika Serikat usia dibawah tujuh belas tahun saat itu melihat bakat dan potensi yang dimiliki oleh seorang Tim Howard. Kala itu Mulqueen mengadakan sesi pelatihan berbayar sebesar dua puluh lima dolar Amerika Serikat atau kurang lebih sekitar tiga ratus ribu setelah diubah kedalam nilai Rupiah Indonesia. Disini, ia mendidik kiper plontos tersebut dan bahkan menawarkannya latihan sepakbola secara gratis.


Ketika usia Tim Howard menginjak empat belas hingga lima belas tahun, mantan penjaga gawang profesional bernama Peter Mellor yang saat itu tengah melatih tim nasional Amerika Serikat dan juga sambil menulis kurikulum untuk lisensi kiper pertama Amerika Serikat guna diberikan kepada para pelatih melihat seorang Tim Howard cilik disebuah kemah pengembangan pemain di Olimpiade. Saat itu, Peter Mellor melihat sosok bintang masa depan didalam diri Tim Howard dan menempatkannya ke dalam program pengembangan Olimpiade saat itu juga karena terkesima dengan dirinya.

Komentar

Postingan Populer