Terkena Serangkaian Cedera Fatal

Brace alias dua buah gol ke gawang lawan tersebut diciptakan oleh Zlatan Ibrahimovic pada partai final piala EFL tahun dua ribu tujuh belas dan juga sekaligus memastikan gelar liga kelima Manchester United, sekaligus juga mengamankan trofi keduanya ketika berseragam setan merah. Nama seorang Zlatan Ibrahimovic agaknya identik dengan pencapaian dan peraihan piala, hal ini bisa dilihat dari berbagai macam titel yang telah ia menangkan bersama dengan seluruh mantan klubnya yang tersebar di lima negara berita bola, Belanda, Italia, Spanyol, Perancis, dan Inggris.


Selanjutnya pada tanggal tujuh bulan Maret tahun dua ribu tujuh belas, Zlatan Ibrahimovic harus menerima skorsing atau larangan bertanding sebanyak tiga pertandingan berita bola dunia oleh asosiasi sepakbola Inggris karena saat itu pemain  yang memiliki tinggi badan seratus sembilan puluh lima sentimeter ini melakukan sebuah hal kasar terhadap seorang pemain Bournemouth bernama Tyrone Mings dengan menyikutnya di wajah. Memang sepertinya temperamen Zlatan Ibrahimovic yang buruk itu tetap tidak bisa hilang walau ia sudah berusia tiga puluh lima tahun.


Pada akhirnya, Manchester United tidak bisa memenangkan pertandingan melawan Bournemouth yang merupakan klub semenjana itu dan harus mendapatkan hasil imbang satu sama setelah mereka dipaksa untuk bermain dengan sepuluh orang karena striker mereka, Zlatan Ibrahimovic harus menerima kartu merah langsung dari sang wasit yang memimpin jalannya pertandingan mengolah si kulit bundar di atas lapangan hijau. Tingkah laku seorang pemain berita bola indonesia yang seperti ini tidak hanya membawa dampak buruk bagi dirinya sendiri namun juga untuk tim secara satu kesatuan yang selalu menguasai kancah domestik.

Kemudian pada tanggal tiga belas bulan April tahun dua ribu tujuh belas, nama seorang Zlatan Ibrahimovic dimasukkan ke dalam kandidat penerima penghargaan pemain terbaik liga inggris tahun itu yang diberikan oleh PFA, organisasi yang terdiri dari para pesepakbola profesional namun Zlatan Ibrahimovic juga harus bersaing dengan lima nama lainnya guna memenangkan penghargaan yang satu ini. Pada akhirnya, pemain sepakbola yang pernah menjadi kapten tim nasional Swedia tersebut tidak keluar sebagai pemenang tapi setidaknya kemampuannya mengolah si kulit bundar cukup diperhitungkan dan akan menjadi masuk akal.

Berikutnya pada tanggal dua puluh bulan April tahun dua ribu tujuh belas, Zlatan Ibrahimovic mengalami cedera otot ligamen yang sangat serius pada lutut kanannya dalam sebuah babak perempat final liga Eropa yang digelar di stadion Old Trafford dan mempertemukan Manchester United melawan Anderlecht. Inilah salah satu alasan mengapa pemain sepakbola yang berusia diatas tiga puluh tahun sudah tidak banyak diberikan kesempatan mengolah si kulit bundar di atas lapangan hijau lagi karena mereka bisa dibilang cukup rentan terkena serangkaian cedera fatal semacam ini.

Komentar

Postingan Populer