Tim Howard Yang Mengidap Kelainan

Pada tahun dua ribu empat belas kemarin, Tim Howard sendiri juga sempat diberikan penghargaan berita bola "Champion of Hope" yang artinya juara harapan, bukan berarti juara hiburan seperti disini namun sebuah pengakuan yang didapatkannya atas keberanian besar yang telah ditunjukkan oleh penjaga gawang yang lahir tanggal enam bulan Maret tahun seribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan tersebut dalam membagikan cerita hidupnya berkutat dengan penyakit tersebut pada sebuah platform yang berskala internasional. Memang tidak banyak orang yang mau mengisahkan kelainan mereka masing - masing diadakan di amerika serikat.

Selain itu, Tim Howard juga dianggap mengedukasi alias mendidik publik alias masyarakat umum berita bola indonesia melalui kisahnya yang sangat inspiratif dan menyadarkan banyak orang. Tim Howard juga memberikan penjelasan yang menyeluruh kepada masyarakat banyak mengenai sebuah kelainan syaraf motorik yang sangat jarang sekali diperbincangkan, dan juga membuat anak muda untuk berani hidup dengan sindrom touret ini untuk ikut menceritakan kisah kehidupan sehari - hari mereka. Tidak banyak orang yang mau melakukan hal seperti ini, dan inilah mengapa Tim Howard dicintai rakyat Amerika Serikat.



Kemudian pada tahun dua ribu empat belas, Tim Howard menunjukkan tato yang tertulis dibagian lengan dan juga dadanya untuk PETA, organisasi yang melindungi binatang dari penyiksaan tidak perlu. Tato tersebut bertuliskan "Ink Not Mink", yang artinya tinta bukan bulu. Penjaga gawang yang pernah memperkuat Manchester United dan Everton di liga primer inggris sebelum akhirnya hijrah kembali ke Major League Soccer Amerika Serikat bersama Colorado Rapids ini sendiri saat itu menolak aksi panen bulu hewan yang digunakan untuk pakaian atau kostum mode, terutama dari rubah dan semacamnya karena terkesima dengan dirinya.

Setelah membahas mengenai kehidupan pribadi Tim Howard, sekarang kita akan menengok sejenak ke buku yang telah ia terbitkan sebelumnya. Dengan judul "The Keeper: A Life of Saving Goals and Achieving Them" yang artinya sang kiper: kehidupan menyelamatkan gol dan juga mencapainya ini menjelaskan mengenai karir sepakbolanya sekaligus juga kehidupan sehari - harinya yang harus berkutat dengan sindrom touret juga OCD, obsessive compulsive disorder. Buku ini tentu tidak dituliskannya sendirian saja namun juga bersama dengan Ali Benjamin dan dirilis ke pasaran tahun dua ribu empat belas.



Didalam buku berita sepak bola indonesia tersebut, Tim Howard mengatakan bahwa bantuan serta perawatan tambahan dibagian saraf neurologikalnya memberikannya reaksi tajam dan juga kemampuan untuk berkonsentrasi dengan sangat terarah, dan kedua hal ini sangat berperan besar dalam aksinya menghalau si kulit bundar diatas lapangan hijau dibawah mistar gawang bersama berbagai macam klub dan juga tim nasional Amerika Serikat. Sekilas perawatan semacam ini terdengar ilegal, seperti steroid atau semacamnya namun bagi Tim Howard yang mengidap kelainan, hal ini tentu diperbolehkan.

Komentar

Postingan Populer