Bersama Tim Nasional Italia

Namun pada akhirnya, tim nasional Italia mampu mengalahkan Jepang setelah melalui pertandingan yang berjalan sangat alot dan berakhir dengan skor tipis empat tiga, sekaligus membuat Gianluigi Buffon dan kawan - kawan berhak melangkah ke babak semifinal selanjutnya pada pergelaran piala konfederasi tersebut dimana ini adalah pertama kalinya Italia bisa mencapai babak tersebut sepanjang sejarah dimana mereka dijadwalkan akan bertemu Spanyol, dan laga berita sepak bola indonesia itu digadang - gadang merupakan partai ulangan piala Eropa tahun dua ribu dua belas sebelumnya tidak dapat memastikan posisinya.

Lalu di tanggal dua bulan Januari tahun dua ribu empat belas ,Gianluigi Buffon mendapatkan penghargaan Pallone Azzuro edisi tahun dua ribu tiga belas. Penghargaan yang satu ini diberikan oleh asosiasi sepakboal Italia setiap tahunnya kepada satu orang punggawanya yang terbaik dan memberikan kontribusi nyata pada satu pertandingan ke pertandingan berita bola yang lain. Trofi ini membuktikan bahwa seorang Gianluigi Buffon juga sangat diakui dan diapresiasi kinerjanya tidak hanya oleh penggemar dan kritikus saja tapi juga organisasi yang menaunginya.



Selanjutnya pada pergelaran piala Eropa tahun dua ribu dua belas, Gianluigi Buffon ditunjuk sebagai kapten tim nasional Italia sepanjang turnamen tersebut berlangsung karena kemampuannya menghalau si kulit bundar di bawah mistar gawang di atas lapangan hijau yang mumpuni serta juga pengalamannya yang sudah segudang, baik ketika ia berseragam Juventus maupun ketika penjaga gawang yang pernah mengenyam bangku pendidikan olahraga sepakbola di akademi muda Parma semasa dulu ini bertindak sebagai kiper alias garis pertahanan terakhir yang dimiliki oleh tim nasional Italia alasan yang amat masuk akal.

Gianluigi Buffon juga diikutsertakan oleh tim nasional Italia ketika negara pizza tersebut mengikuti pergelaran piala konfederasi tahun dua ribu tiga belas yang diadakan di Brasil. Tidak hanya ikut saja namun penjaga gawang yang mengenakan nomor punggung satu di Italia dan Juventus ini juga bermain pada seluruh pertandingan yang digelar diturnamen itu dan bertindak sebagai kapten Italia. Memang peranan seorang Gianluigi Buffon sebagai dinding pertahanan yang sangat tangguh masih belum bisa digantikan kecuali dirinya mengalami cedera yang memaksanya menepi berita bola dunia.



Kemenangan Italia tersebut membuat Gianluigi Buffon dan kawan - kawan untuk mendapatkan tujuh poin yang menjadi syarat untuk melewati babak kualifikasi saat itu. Pada pertandingan kualifikasi antar grup selanjutnya dimana Italia dipertemukan dengan Republik Ceko, Gianluigi Buffon mampu menyamai pencapaian yang telah dicetak oleh Fabio Cannavaro sebagai pemegang rekor penampilan terbanyak bersama tim nasional Italia dengan total seratus tiga puluh enam kali turun tampil membela tim nasional Italia pada saat itu dan kini angka tersebut semakin melonjak naik.

Komentar

Postingan Populer